Sekolah Kedinasan Baru 2026 – Munculnya dua sekolah kedinasan baru tahun 2026 sebenarnya bukan hal yang tiba-tiba. Keduanya lahir dari proses panjang restrukturisasi kelembagaan di lingkungan pemerintah. Awalnya, pada tahun 2024, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan penggabungan dua politeknik kedinasan yang sudah lama berdiri, yaitu:
- Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)
- Politeknik Imigrasi (Poltekim)
Keduanya dilebur menjadi satu institusi baru bernama Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin). Tujuan penggabungan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi tata kelola serta mengintegrasikan pendidikan vokasi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan dalam satu sistem yang lebih terpadu.
Restrukturisasi Kemenkumham

Setelah muncul keputusan penggabungan Poltekip dan Poltekim dan menghasilkan Poltekpin, ternyata perubahan belum berhenti sampai di situ. Presiden Prabowo Subianto merestrukturisasi Kemenkumham, yang akhirnya terpecah menjadi 3 kementerian, yaitu:
- Kementerian Hukum
- Kementerian Hak Asasi Manusia
- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Dengan pemecahan ini, kewenangan atas Poltekpin akhirnya berada di bawah Kementerian Hukum. Dan untuk program studi yang berfokus di Keimigrasian, akan lebih relevan jika dikelola oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Akhirnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengajukan pendirian politeknik baru dengan membuka pendidikan di bidang ini.
Lalu pengajuannya disetujui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Dan akhirnya lahir 2 sekolah kedinasan baru yang dinaungi oleh Kementerian Hukum dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan tujuan pengelolaan pendidikan yang lebih fokus di bidang tugas dan fungsinya masing-masing.
Baca juga: 10 Jurusan Terfavorit di UGM untuk Referensi SNBT 2026, Plus Daya Tampung Terbanyak
2 Sekolah Kedinasan Baru 2026
Sekolah kedinasan ini nantinya akan meluluskan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam pendidikannya juga tersedia fasilitas asrama dan gratis biaya kuliah.
1. Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)
Poltekpin sedang dipersiapkan untuk bisa membuka pendaftaran di tahun 2026 ini. Berbagai tahapan sedang dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan mekanisme penerimaan mahasiswa baru, penataan kelembagaan, pengalihan sumber daya manusia, hingga pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pendidikan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menyampaikan bahwa proses persiapan dimulai setelah terbitnya izin serta keputusan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk empat program studi Hukum Terapan. Dengan terbitnya izin tersebut, tahapan teknis pendirian dan operasional Poltekpin mulai dapat dijalankan.
Saat ini, permohonan terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Poltekpin masih dalam proses dan menunggu keputusan Panitia Seleksi Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL), yang diperkirakan terbit pada bulan Maret. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pengumuman penerimaan mahasiswa baru ditargetkan dapat dilakukan pada akhir Maret 2026. Pada tahap awal, Poltekpin akan membuka empat formasi dengan total kuota sebanyak 200 calon mahasiswa.
Baca juga: Universitas Pertahanan Apakah Ikatan Dinas? Ini Pilihan Jurusan dan Syarat Pendaftarannya
Dari sisi fasilitas, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa penyediaan asrama pendidikan menjadi salah satu prioritas utama. Pengelolaan asrama diarahkan agar dilakukan secara terstruktur, termasuk pengaturan komposisi mahasiswa laki-laki dan perempuan secara proporsional sejak tahap penerimaan.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2025 guna merevitalisasi gedung-gedung kelas yang direncanakan mulai dikerjakan pada akhir bulan ini. Selain itu, apabila tersedia tambahan anggaran, diperkirakan dibutuhkan sekitar Rp37 miliar untuk revitalisasi Asrama Pendidikan 1 hingga 6, serta sekitar Rp24 miliar untuk pengadaan meubelair dan fasilitas pendukung asrama.
Dengan berbagai langkah tersebut, Poltekpin diharapkan dapat beroperasi secara optimal dan siap menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
2. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas)
Kabar baik tentang sekolah kedinasan kedua ini diumumkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, saat acara Tasyakuran Hari Bakti Imigrasi ke-76. Ia menyampaikan bahwa izin resmi pembukaan program studi di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) sudah keluar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Artinya, secara aturan, sekolah ini sudah mengantongi izin untuk mulai berjalan. Setelah surat keputusan terbit dan aturan tentang struktur organisasi serta tata kerja diteken, semua syarat dinyatakan lengkap. Jadi, pengelolaan kembali Poltek Imipas bisa segera dimulai.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aman Riyadi, menjelaskan bahwa pendirian Poltek Imipas ini dilakukan agar sesuai dengan struktur kementerian yang baru.
Jadi 2 sekolah kedinasan baru 2026 ini bisa menjadi opsi yang kamu pilih di pendaftaran 2026 nanti. Bisa jadi tingkat persaingannya masih cukup rendah dibandingkan sekolah kedinasan lainnya. Bagaimana, tertarik?
Indonesia College menyediakan layanan bimbingan belajar untuk kamu yang ingin lolos seleksi Kedinasan. Tersedia bimbingan belajar khusus kedinasan seperti: IPDN, POLTEKIM, POLTEKIP, PKN STAN, STIN, POLSTAT STIS, STMKG, POLTEK SSN, serta AKPOL & AKMIL.
Dapatkan informasi terkini kuliah kedinasan di blog bimbel-kedinasan.com. Cek juga laman lainnya milik kami di indonesiacollege.co.id, indonesia-college.com dan bimbelkedokteran.id – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.
